Memaknai Jamu Sebagai Obat Pegal Linu

  • July 30, 2021

Ketika seseorang melakukan aktivitas fisik berlebihan, ada kemungkinan besar dia akan terserang pegal linu. Terlebih, jika sebelum-sebelumnya, dia sama sekali atau jarang melakukan aktivitas fisik. Kalau sudah begini, badan rasanya tidak keruan dan kemungkinan besar dia akan melakukan sesuatu sebagai upaya menemukan obat pegal linu.

Salah satu upaya paling populer untuk mengatasi pegal linu adalah pijat. Memijat bagian tubuh yang terasa pegal memungkinkan area itu menjadi rileks dan rasa pegal yang dikeluhkan bisa mereda. 

Apalagi jika selama pijatan tersebut memanfaatkan krim, salep, atau bahan-bahan lain, semisal balsem atau minyak gosok, yang memang dikhususkan sebagai salah satu obat pegal linu.

Akan tetapi, ada pula segolongan orang yang memilih mengobati pegal linu yang dirasakannya “dari dalam”. Frasa “dari dalam” merujuk pada konsumsi obat-obatan, baik itu medis maupun herbal, melalui mulut atau secara oral. Namun, pada kategori ini, rasanya hampir lebih banyak orang minum obat pegal linu herbal, ketimbang obat medis.

Obat pegal linu herbal sering kita sebut sebagai jamu. Jamu pegal linu ada banyak macamnya, tergantung bahan alami apa yang dimanfaatkan. Jamu pegal linu pun bisa dengan mudah ditemukan di pedangan jamu keliling ataupu ndi kios-kios jamu pinggir jalan. 

Jamu, memang telah menjadi semacam warisan budaya atau sesuatu yang kita, masyarakat Indonesia, yakini dan percayai dapat memberikan khasiat tertentu pada tubuh.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa tiap-tiap produk jamu obat pegal linu mungkin sekali memanfaatkan bahan-bahan alami yang berbeda, meski pada kenyataannya bahan-bahan alami yang digunakan itu-itu saja. Semisal ada beras kencur, temulawak, jahe, kunyit, dan sebagainya.

Bahan-bahan di atas, pada dasarnya, aman untuk dikonsumsi manusia. Oleh karenanya, meminum jamu sebagai obat pegal lini pun dapat terbilang aman. Namun, tentu ada semacam aturan atau hal-hal yang perlu diwaspadai terkait pemanfaatan atau konsumsi jamu untuk pegal linu.

Pasalnya, ada satu pernyataan bahwa jamu obat pegal linu justru bisa membahayakan jantung pada orang-orang tertentu. Oleh karenanya, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta, dokter Mangatas SM Manalu, SpPD. tidak merekomendasikan jamu pegal linu bagi penderita gangguan jantung.

Meski dinyatakan mampu mengurangi rasa lelah, pegal linu, nyeri pada otot-otot dan tulang-tulang di seluruh tubuh setelah bekerja, berolahraga atau melakukan perjalanan jauh atau bepergian, dokter Mangatas menegaskan pada beberapa kasus yang ditemukan pada razia Balai POM Depkes, didapatkan jamu-jamu tersebut berisi antiinflamasi nonsteroid yakni sejenis ponstan atau steroid (sejenis prednison/deksametason) yang dapat merusak sendi, menyebabkan perdarahan saluran cerna atau lambung, meningkatkan kadar gula darah, dan dapat menginduksi hipertensi.

Selain itu, konsumsi atau penggunaan jamu pegal linu dengan kuantitas yang sering dan dalam jangka waktu yang lama dapat memicu kondisi medis lain seperti gastritis atau peradangan lambung, ulkus gaster atau tukak lambung, hingga perforasi gaster atau kondisi di mana terjadi pecah lambung.

Jika sudah terjadi tukak lambung, maka dapat terjadi beberapa komplikasi seperti muntah darah, BAB darah warna kehitaman, anemia atau kurang sel darah merah, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sebaiknya jika seseorang sering merasakan pegal linu, tak ada salahnya sesekali mengunjungi dokter agar diberi solusi masalah yang tepat.

Minum jamu sebagai obat pegal linu memang diperbolehkan dan aman-aman saja, tetapi perlu diingat juga untuk jangan sampai seseorang bergantung pada produk ini. Ketergantungan bisa membuat seseorang hilang kendali atas sesuatu, jika ini terjadi bukan tidak mungkin efek samping di atas bisa dialami.

Hamlin

E-mail : admin@k-koakuma.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*